Keluarga
adalah sel terkecil dari masyarakat-negara-dunia. Kemajuan dan kemunduran hidup
berkeluarga sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kemunduran sebuah
masyarakat-negara. Bila keluarga baik maka masyarakat-negara akan baik dan
sebaliknya bila keluarga rusak maka masyarakat-negara pun sangat mungkin ikut
rusak. Keluarga sangatlah sensitif terhadap gangguan baik yang datang dari
dalam maupun yang datang dari luar keluarga itu sendiri.
Janji perkawinan sebagai titik awal terbentuknya keluarga
Terbentuknya sebuah keluarga dalam
tradisi dan iman kristiani diawali dan ditandai dengan sebuah janji perkawinan
di antara seorang pria dan seorang wanita yang tidak terhalang untuk
melangsungkan perkawinan keduanya di hadapan Tuhan dengan disaksikan oleh
Gereja dan umat.
Perjanjian perkawinan, dengan mana pria dan wanita
membentuk antar mereka kebersamaan seluruh hidup, dari sifat kodratinya terarah
pada kesejahteraan suami-isteri serta pada kelahiran dan pendidikan anak; oleh
Kristus Tuhan perkawinan antar orang-orang yang dibabtis diangkat ke martabat
Sakramen (Kan. 1055 ayat 1). Kesepakatan nikah adalah perbuatan kemauan, dengan
mana pria dan wanita saling menyerahkan diri dan saling menerima, untuk
membentuk perkawinan dengan perjanjian yang tak dapat ditarik kembali (Kan.
1057 ayat 2). Perkawinan Kristen merupakan bentuk pelayanan serta janji yang
menuntut banyak dari manusia untuk melayani: dalam untung dan malang, dalam
suka dan duka, dalam sehat dan sakit, seumur hidup!
Hambatan-hambatan perkawinan masa kini
Banyak
hal yang sering menjadi penyebab timbulnya masalah-masalah dalam keluarga,
diantaranya masalah ekonomi, masalah seksualitas, komunikasi yang buruk,
karier, dan lain-lain. Perubahan-perubahan yang sedang berlangsung dalam
masyarakat dan relasi sosial antara pria dan wanita juga menimbulkan banyak
perceraian perkawinan dan kehancuran keluarga. Suami isteri yang tidak arif dan
kurang tegas sejak awal perkawinan atas hal-hal yang dikemudian hari mengganggu
bahkan kemungkinan menghancurkan kehidupan keluarga
sering menjadi
faktor utama terjadinya keretakan keluarga. Kecewa, kesal dan marah umumnya
merupakan luapan emosi akhir dari kesalahan-kesalahan kecil yang tidak disadari
sejak awal itu.
Upaya Memelihara kesucian keluarga
Dalam berbagai
contoh permasalahan keluarga dalam kehidupan, pada dasarnya, sifat egois memegang peran terciptanya ketidakharmonisan keluarga, Sekiranya sejak
awal ada sifat bijaksananamun tegas,saling pengertian antara suami dan isteri tentang fungsi
masing-masing dalam kehidupan keluarga sehingga keretakan yang lebih parah
dapat dihindarkan serta keutuhan keluarga kembali dapat ditegakan.
Komunikasitimbal balik yang tulus dan jujurharuslah dijadikan
sebagai jembatan emas, baik dalam merencanakan, membangun maupun dalam
menyelesaikan konflik yang ada dalam keluarga, dengan satu kunci tetap fokuspada keutuhan keluarga. Di sinilah dibutuhkan kebesaran jiwa, rela
berkorban serta bersedia meminta dan memberi maaf di atas dasar iman: Allah
melalui Putera-Nya Tuhan kita Yesus Kristus telah lebih dulu berkurban dan
memaafkan kita maka kita selamat.
Penutup
Ternyata membangun sebuah keluarga
ideal tidaklah gampang. Karena itu motif untuk berkeluarga harus benar-benar
dimurnikan mulai dari persiapan perkawinan, termasuk dimasa pacaran, sampai
akhir hayat. Kekuatan manusiawi semata tidaklah cukup untuk menegakkan
keluarga. Campur tangan Ilahi mutlak diperlukan karena yang membangun dan
menyelenggarakan perkawinan dan keluarga itu adalah Allah sendiri, Allah yang
suci. Karena Allah yang suci itu yang mempunyai keluarga maka keluarga itu pun
menjadi suci. Suami isteri berkewajiban memelihara keluarga itu agar tetap suci
di atas dasar cinta sejati serta semangat melupakan diri, pengorbanan untuk saling
memberi dan melayani. Sisanya serahkan pada Tuhan.